Selasa, 14 Juli 2020

Penaatan sistem dan prosedur


Petugas pelayanan harus benar-benar mentaati sistem dan prosedur pelayanan sehingga sangat memudahkan peserta dalam pengurusan hak dan kewajibannya dan juga dapat dirasakan manfaatnya oleh penerima pelayanan.

TABEL IV.15
PERNYATAAN RESPONDEN TENTANG KETAATAN PADA PERATURAN
(n=67)

No.
Pernyataan Responden
Frekuensi
Persentase
1.
Sistem dan prosedur yang diberikan sangat taat pada peraturan.
40
59,70
2.
Sistem dan prosedur yang diberikan taat pada peraturan.
25
37,31
3.
Sistem dan prosedur yang diberikan kurang taat pada peraturan.
2
2,99
4.
Sistem dan prosedur yang diberikan tidak taat pada peraturan.
-
-

Jumlah
67
100
Sumber : Hasil Penelitian Tahun 2007

Berdasarkan tabel di atas, menunjukkan bahwa rata-rata responden menyatakan mentaati peraturan yang berlaku, yaitu dinyatakan oleh 97,01% responden. tour belitung Hal ini menunjukkan bahwa sistem dan prosedur pelayanan pada belitung tour dasarnya memudahkan penerimaan pelayanan, namun masih adanya sekitar 2,99% yang kurang mentaati, hal ini mungkin dikarenakan belum menyeluruhnya penyebarluasan informasi oleh petugas pelayanan sebagai salah satu bentuk pelayanan informasi sistem dan prosedur serta manfaat program agar peserta bisa lebih memahaminya.

1.      Tidak Terjadi Penyimpangan Dalam Bentuk Apapun
Penyimpangan disini dikaitkan dengan moralitas yang tinggi petugas pelayanan.
TABEL IV.16.
PERNYATAAN RESPONDEN TENTANG TIDAK TERJADI PENYIMPANGAN DALAM BENTUK APAPUN
(n=67)

No.
Pernyataan Responden
Frekuensi
Persentase
1.
Dalam memberikan pelayanan tidak mengharapkan imbal jasa.
40
59,70
2.
Dalam memberikan pelayanan kurang mengharapkan imbal jasa.
27
40,30
3.
Dalam memberikan pelayanan mengharapkan imbal jasa.
-
-
4.
Dalam memberikan pelayanan sangat mengharapkan imbal jasa.
-
-

Jumlah
67
100
Sumber : Hasil Penelitian Tahun 2007

Berdasarkan tabel di atas, menunjukkan tingkat kepercayaan responden atas moralitas petugas pelayanan, tour belitung murah yaitu dinyatakan oleh sekitar 100% responden, atau dengan kata lain bahwa SDM dengan loyalitas dan moralitas tinggi juga berpengaruh pada kualitas pelayanan. paket tour belitung Hal ini menunjukkan bahwa pentingnya travel belitung pengembangan SDM, tidak hanya dari sisi profesionalisme tapi juga disertai peningkatan penanaman nilai moralitas dan loyalitas.

Senin, 13 Juli 2020

Pernyataan Responden Target

Adanya penambahan kepesertaan atau menjadikan peserta sebagai pelanggan yang setia sehingga pelanggan tersebut akan memberitahukan kepada kerabat lain atau peserta tidak mempedulikan perusahaan pesaing lainnya.

TABEL IV.14.
PERNYATAAN RESPONDEN TENTANG TARGET YANG DITENTUKAN TERCAPAI
(n=67)

No.
Pernyataan Responden
Frekuensi
Persentase
1.
Pelayanan yang diberikan sangat sesuai dengan harapan.
38
56,72
2.
Pelayanan yang diberikan sesuai dengan harapan.
24
35,81
3.
Pelayanan yang diberikan kurang sesuai dengan harapan.
5
7,47
4.
Pelayanan yang diberikan tidak sesuai dengan harapan.
-
-

Jumlah
67
100
Sumber : Hasil Penelitian Tahun 2007

Berdasarkan tabel di atas, menunjukkan bahwa rata-rata responden menyatakan bahwa kualitas pelayanan kepada peserta tour belitung sudah memadai. Ditinjau dari target harapan peserta, kualitas pelayanan belitung tour akan berpengaruh travel belitung pada kelangsungan kepesertaan, 92,53% responden menyatakan pelayanan yang diberikan sesuai dengan harapan peserta, hanya 7,47% responden yang paket tour belitung menyatakan pelayanan yang diberikan kurang sesuai dengan harapan. tour belitung murahIni dapat disebabkan SDM yang k

Minggu, 12 Juli 2020

Kepuasan Peserta Jamsostek


Dari tabel di atas skor tertinggi dari jawaban responden adalah 28, karena jumlah responden adalah 67 orang, maka skor tertinggi adalah 7 x 67 x 4 = 1.876. Dan skor terendah adalah 7 x 67 x 1 = 469. Adapun jumlah skor jawaban responden dari hasil penelitian adalah 1.748. Jadi tingkat pelaksanaan Tour Belitung fungsi pelayanan  adalah 1.748 : 1.876 = 0,932 atau 93,2%. Kondisi ini menunjukkan bahwa tingkat pelaksanaan fungsi pelayanan pada PT. Jamsostek (Persero) Kantor Belitung Tour Cabang Grogol sebesar 93,2% dari kriteria yang ditentukan.
Untuk mengetahui pada tingkat mana pelaksanaan fungsi pelayanan pada PT. Jamsostek (Persero) Kantor Cabang Grogol dapat digambarkan secara kontinum sebagai berikut :


Dari hasil perhitungan Travel Belitung di atas, maka dapat dikatakan bahwa proses pelaksanaan fungsi pelayanan pada PT. Jamsostek (Persero) Kantor Cabang Grogol terletak antara alternatif jawaban ( B ) dan (A ) yaitu Baik. Posisi tersebut belum mencapai titik maksimal yaitu 1876 dengan kata lain fungsi pelayanan yang dilaksanakan oleh PT. Jamsostek (Persero) Kantor Cabang Grogol masih harus ditingkatkan dimasa yang akan datang.


2.   Kepuasan Peserta Jamsostek Pada PT. Jamsostek (Persero) Kantor Cabang Grogol
Sebagaimana telah diuraikan pada bab sebelumnya, peningkatan fungsi pelayanan merupakan langkah penting Tour Belitung Murah dalam menentukan strategi peningkatan kualitas pelayanan.
Dalam peningkatan Paket Tour Belitung fungsi pelayanan sebagai alternatif strategi yang ditetapkan harus mengacu pada prinsip dasar dan berorientasi pada kepuasan pelanggan agar tercipta pelayanan yang unggul (service of excelent) yang diharapkan dapat memberikan kepuasan sesuai tingkat harapan dan keinginan peserta. Sehingga strategi pelayanan yang ditetapkan dan implementasinya juga dapat dijadikan indikator pengukur kinerja serta sebagai salah satu bentuk pengawasan.
Untuk mengetahui kepuasan peserta Jamsostek pada PT. Jamsostek (Persero) Kantor Cabang Grogol, peneliti bertitik tolak pada indikator kepuasan pelanggan sebagai berikut :
1.      Tidak terdapat tunggakan pekerjaan.
2.      Tidak terdapat keluhan peserta.
3.      Target yang ditentukan tercapai.
4.      Peraturan-peraturan ditaati.
5.      Tidak terjadi penyimpangan dalam bentuk apapun.
6.      Ketegasan dalam proses pelayanan dan dilakukan dengan penuh keramahan.
7.      Terdapat inovasi dan sikap proaktif dalam pelayanan.

Rabu, 01 Juli 2020

Pengaruh Motivasi Kerja


Berdasarkan hasil penelitian McClelland (1961), Edward Murry (1957), Miller dan Gordon W. (1970), menyimpulkan bahwa ada hubungan yang positif antara motivasi berprestasi dengan pencapaian prestasi. Artinya, manajer mempunyai motivasi berprestasi tinggi cenderung memiliki prestasi kerja tinggi, dan sebaliknya mereka yang berprestasi tinggi cenderung memiliki prestasi kerja tinggi, dan sebaliknya yang berprestasi kerjanya rendah dimungkinkan karena motivasi berprestasinya rendah.          
Dalam kamus administrasi Drs. The Liang Gie cs dalam Drs. M Manullang (1995: h. 147) memberikan Tour Belitung perumusan akan hubungan motivasi terhadap prestasi kerja sebagai berikut pekerjaan yang dilakukan seseorang manajer dalam memberikan inspirasi, semangat Belitung Tour dan dorongan kepada orang lain, dalam hal ini pegawainya, untuk mengambil tindakan-tindakan. Pemberian dorongan ini bertujuan untuk menggiatkan Paket Tour Belitung orang-orang atau pegawainya agar mereka bersemangat dan dapat mencapai hasil sebagaimana di kehendaki dari orang-orang tersebut.
Menurut George Terry dalam Dr. Buchari Jainun (1981: h. 13)  kebutuhan-kebutuhan dan kepentingan-kepentingan pegawai itu merupakan kekuatan pendorong, setiap pegawai akan berusaha untuk Travel Belitung mengejar dan mewujudkan tujuan pemenuhan kebutuhan dan kepentingan Tour Belitung Murah tersebut guna mendapat manfaat dari suatu organisasi.
Sedangkan menurut A. Maslow dalam Ulbert Silalahi (1996: h. 200) dengan mengetahui jenis kebutuhan yang dapat memotivasi anggota atau pegawai serta mengidentifikasi kebutuhan mana yang dominan sebagai dasar motivasi, manajer dapat memilih dan menggunakan gaya kepemimpinan yang tepat agar pegawai termotivasi untuk bekerja efektif dengan prestasi dan semangat kerja yang tinggi. 
Dengan pemberian motivasi yang tinggi dalam organisasi maka prestasi kerja pegawai akan meningkat, demikian pula sebaliknya, jika pemberian motivasi rendah maka prestasi kerja pegawai akan rendah karena motivasi sebagai alat pemacu kegiatan pekerjaan yang dilakukan pegawai.

Selasa, 30 Juni 2020

Penempatan Promosi Pegawai

. Keputusan-keputusan penempatan promosi, transfer dan demosi biasanya didasarkan pada prestasi kerja Tour Belitung masa lalu atau antisipasinya. Promosi sering merupakan Belitung Tour bentuk penghargaan terhadap prestasi kerja masa lalu.
1.    Kebutuhan-kebutuhan latihan Tour Belitung Murah dan pengembangan prestasi kerja yang jelek Paket Tour Belitung mungkin menunjukkan kebutuhan  latihan. Travel Belitung Demikian juga, prestasi yang baik mungkin mencerminkan potensi yang harus dikembangkan.
2.    Perencanaan dan pengembangan karier;
     umpan balik prestasi mengarahkan kepuasan-kepuasan karier, yaitu tentang jalur karier tertentu yang harus diteliti.
3.    Penyimpangan-penyimpangan proses staffing;
     Prestasi kerja yang baik atau jelek mencerminkan kekuatan atau kelemahan prosedur staffing departemen personalia.
4.    Ketidak-akuratan informasional;
     Prestasi kerja yang jelek mungkin menunjukkan kesalahan-kesalahan dalam informasi analis jabatan, rencana-rencana sumber daya manusia atau komponen-komponen yang lain sistem informasi manajemen personalia. Menggantungkan diri pada informasi yang tidak akurat dapat menyebabkan keputusan-keputusan personalian yang diambil tidak tepat.

5.    kesalahan-kesalahan desain pekerjaan;
    prestasi kerja yang jelek mungkin merupakan suatu tanda kesalahan dalam desain pekerjaan. Penilaian prestasi membantu diagnosa kesalahan-kesalahan tersebut.
6.    Kesempatan kerja yang adil;
     penilaian prestasi kerja secara akurat akan menjamin keputusan-keputusan penempatan internal diambil tanpa diskriminasi.
7.    Tantangan-tantangan eksternal;
     kadang-kadang prestasi kerja dipengaruhi oleh faktor-faktor atau di luar lingkungan kerja, seperti keluarga, kesehatan, kondisi finasial atau masalah-masalah pribadi lainnya. Dengan penilaian prestasi departemen personalia mungkin dapat menawarkan bantuan.

A.4.4.  Faktor-Faktor Yang Dinilai Dalam Penilaian Prestasi Kerja
Menurut Hasibuan (2002: h. 95), yang dinilai dalam penilaian prestasi kerja pegawai adalah :
1.    Kesetiaan;
          Penilai mengukur kesetiaan pegawai terhadap pekerjaannya, jabatannya dan organisasi. Kesetiaan ini dicerminkan oleh kesediaan pegawai menjaga dan membela organisasi di dalam 

Senin, 29 Juni 2020

Pengaruh Individu

Hal ini secara langsung mempengaruhi apakah individu tersebut mengevaluasi dirinya secara positif atau negatif sehingga berpengaruh pada harga diri, proses persepsi diri dan apakah individu merasa Tour Belitung baik sebagaimana adanya dirinya.
Konsep diri menggambarkan konsepsi individu tentang dirinya sendiri, ciri-ciri yang dianggapnya menjadi bagian dari dirinya. Konsep diri juga menggambarkan pandangan diri dalam kaitannya dengan Belitung Tour hubungan intrapersonal, bagaimana individu menjalin hubungan dengan lingkungan sosial diluar dirinya.
Konsep diri merupakan inti Travel Belitung dari pola kepribadian yang mempengaruhi bentuk berbagai sifat. Bersamaan dengan munculnya konsep diri, muncul pula faktor penting lain yang ikut mempengaruhi pembentukan pola hidup individu. Cara individu memandang Paket Tour Belitung dirinya akan mewarnai pemikiran, emosi, perilaku dan kebahagian hidupnya secara keseluruhan. Konsep diri merupakan faktor yang sangat Tour Belitung Murah menentukan dalam hubungan individu dengan lingkungannya karena setiap orang bertingkah laku sedapat mungkin sesuai dengan konsep dirinya .
Hurlock (1993: h. 59) mengemukakan bahwa pada awal pembentukannya, konsep diri didasarkan oleh keyakinan individu mengenai pendapat orang yang penting dalam kehidupan individu seperti orang tua, guru, dan teman sebaya, tentang diri mereka. Dengan meningkatnya pergaulan, individu mengembangkan konsepsi atas dirinya sendiri yang pada gilirannya membentuk sikap, pendirian, dan reaksi individu terhadap sesuatu.

Konsep diri individu akan tampak dalam perilaku. Individu yang mengembangkan konsep diri yang positif akan terlihat optimis, penuh percaya diri dan cenderung mempunyai interaksi yang baik dengan lingkungan sosial. Individu dengan konsep diri positif mempunyai kemampuan untuk menyesuaikan diri secara pribadi dan sosial dan pada akhirnya dapat menempatkan dirinya ke dalam posisi yang tepat  dan menerapkan peraturan yang berlaku dengan baik sebagai aplikasi dari kedisiplinan.
Konsep disiplin adalah perkembangan moral seseorang dimulai dari tahapan takut akan hukuman, kemudian malu dengan lingkungan sekitar, barulah tumbuh sebuah kesadaran. Pada orang dewasa, kesadaran itu telah tumbuh sehingga pada saat dia melakukan sesuatu, dia menyadari bahwa manfaat kedisiplinan itu akan kembali kedirinya lagi.
Manusia dapat mendayagunakan kekuatan pikiran sebagai pribadi atau individu. Ketika individu berkumpul dalam komunitas atau organisasi, daya pikir itu akan terus menjadi bagian yang menentukan apakah sebuah organisasi dapat berkembang atau tumbang. Sehingga  Rahmat (2004: h. 155) mengatakan bahwa Konsep diri individu yang diawali dari pikiran akan ikut membentuk perilaku organisasi. Perilaku 

Minggu, 21 Juni 2020

Motivasi Keberhasilan

Dari kedua teori tersebut di atas diperoleh suatu kesimpulan bahwa motivasi itu berhasil apabila tujuan individu searah dengan tujuan organisasi.
Selanjutnya untuk lebih Tour Belitung jelasnya penulis sajikan fungsi dan kecakapan pemimpin dalam memotivasi bawahannya menurut  Handayaningrat (1993: h. 87)  adalah sebagai berikut :
a)    Mengetahui bidang tugasnya
Pimpinan harus mengetahui Belitung Tour bidang tugasnya masing-masing seperti pimpinan tingat atas harus mengetahui kebijaksanaan yang telah digariskan dalam pencapaian tujuan organisasi sedangkan pimpinan tingkat bawah yang diperlukan adalah teknik pelaksanaan pekerjaan.
b)   Peka atau tanggap terhadap lingkungannya
     Pimpinan harus peka dan tanggap Travel Belitung terhadap situasi, kondisi setempat misalnya keadaan pegawainya, peralatan kerja, adat istiadat dan kebiasaan masyarakat serta Tour Belitung Murah masalah-masalah yang dihadapi.
c)    Melakukan hubungan antar Paket Tour Belitung manusia dengan baik
Pimpinan harus dapat memberikan contoh yang baik terhadap bawahannya serta membina hubungan Paket Wisata Belitung antar manusia dengan baik dalam menjalankan pekerjaan atau bekerjasama dengan penuh kesadaran di antara mereka tanpa suatu paksaan apapun.
d)   Mampu melakukan hubungan kerja/komunikasi dengan baik ke dalam maupun ke luar.
Pimpinan harus mampu mengadakan pendekatan baik bersifat interdisipliner, multifungsi maupun yang bersifat lintas sektoral terhadap bawahannya untuk dapat bekerjasama dengan orang-orang atau unit-unit lain untuk bekerja dengan baik di dalam organisasi maupun di luar organisasi.
e)    Mampu melakukan koordinasi
Pimpinan harus dapat mengkoordinasi berbagai kegiatan agar tercapai suatu tujuan organisasi.
f)    Mampu mengambil keputusan secara tepat.
Pimpinan harus mampu mengambil keputusan secara tepat dan tepat agar tidak menghambat pelaksanaan pekerjaan organisasi, bila tidak ada keputusan berarti akan menghambat pelaksanaan pekerjaan  organisasi.
g)   Mampu mengadakan hubungan masyarakat.
Pimpinan harus mampu memberikan informasi dan meyakinkan masyarakat di luar organisasi. Informasi perlu