Tampilkan postingan dengan label Pariwisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pariwisata. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 11 April 2020

Amenitas Gusong Bugis


Kondisi Amenitas pada destinasi wisata Gusong Bugis kabupaten Belitung memang sebagian besar sudah cukup baik, namun masih ada kekurangan Tour Belitung pada Amenitas lainnya misalnya seperti; tempat souvenir supaya wisatawan yang berkunjung bisa mendapatkan buah tangan atau oleh-oleh dari destinasi ini, resort/ penginapan agar Belitung Tour wisatawan bisa menikmati suasana yang masih asri pada malam Travel Belitung hari dan beristirahat dengan tenang karena suasananya yang sunyi tidak di lewati oleh pengendara bermotor.
5.1.1        Strategi Pengembangan Amenitas pada Destinasi Wisata Gusong Bugis
Strategi pengembangan amenitas pada destinasi wisata Paket Tour Belitung
\Gusong Bugus ini di lihat dari analisis internal (IFAS) 2,69 dan factor eksternal (EFAS) 2,40 dan di lihat dari hasil observasi dan wawancara Tour Belitung Murah strategi pengembangan Amenitas dari pihak pengelola sudah lumayan baik dari sebelumnya karena mereka telah bekerja sama dengan investor untuk menambah kekurangan pada Amenitas. Hal ini menyatakan bahwa secara internal dan eksternal mendukung pengembangan Amenitas pada destinasi Gusong Bugis.

Sabtu, 21 Maret 2020

Bogor Kota Hujan


Tour Belitung Murah Di dalam Peraturan Daerah Kabupaten Bogor No. 19 Tahun 2008 dijelaskan bahwa kebijakan dalam pengembangan struktur ruang meliputi peningkatan akses pelayanan perkotaan dan pusat pertumbuhan ekonomi wilayah yang merata dan berhierarki serta peningkatan kualitas dan jangkauan pelayanan jaringan transportasi, telekomunikasi, energi, dan sumber daya air yang terpadu dan merata di seluruh wilayah Daerah. Kebijakan pengembangan pola ruang meliputi pengembangan kawasan lindung, kawasan budidaya, dan kawasan strategis. Tour Belitung
2.1.1.3 Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kawasan Strategis
Prosedur penyusunan rencana tata ruang kawasan strategis kabupaten, dilakukan melalui pengolahan data dan analisis paling sedikit harus menyertakan teknik analisis yang terkait dengan nilai strategis kawasan yang dimiliki kabupaten bogor, dimana konsep rencana harus mengacu pada Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Bogor dan pedoman pelaksanaan bidang penataan ruang ( Peraturan Pemerintah No 15 Tahun 2010 Tentang Penyelengaraan Penataan Ruang) memperhatikan, RPJP/M Provinsi Jawa Barat dan RPJP/M Kabupaten Bogor.dengan merumuskan tujuan , kebijakan, dan strategi/konsep pengembangan kawasan strategis kabupaten bogor. Belitung Tour
Dengan prosedur penetapan rencana tata ruang kawasan strategis yaitu dengan pengajuan rencana tata ruang kawasan strategis dari Bupati Kabupaten Bogor kepada DPRD Kabupaten Bogor lalu, disampaikan kepada menteri untuk memperoleh persetujuan substansi dengan disertai rekomendasi kepada Gubernur untuk dievaluasi lalu ditetapkan oleh Bupati. Paket Tour Belitung

Jumat, 20 Maret 2020

Tujuan dan Sasaran


.2 Tujuan dan Sasaran
1.2.1  Tujuan
Tujuan merupakan suatu yang ingin di capai dalam rangka menyelesaikan isu atau permasalahan yang di dalam kawasan. Pencapaian yang diinginkan ini bersifat memperbaiki keadaan, memecakan masalah, serta memastikan masa depan yang lebih baik. Belitung Tour
Dengan demikian tujuan dilakukannya perencanaan wilayah Kabupaten Bogor, untuk menghasilkan Langkah – langkah yang dapat di ambil untuk menjaga supaya tindakan yang di rencanakan tidak sesuai dari tujuan awal yaitu,
Mendiskripsikan kelima aspek dari fisik lingkungan, ekonomi, sosial kependudukan, infrastruktur dan kelembagaan Kabupaten Bogor, sehinga menjadi landasan dalam memperkirakan langkah dan rencana strategis untuk memilih kegiatan yang akan dikembangkan. Tour Belitung

1.2.2  Sasaran
Adapun Sasaran yang di tetapkan untuk mencapai tujuan:
1.             Mengidentifikasi masalah beserta potensi di wilayah Kabupaten Bogor dari segi aspek fisik lingkungan, ekonomi, sosial kependudukan, infrastruktur, dan kelembagaan.
2.             Menganalisis semua permasalahan sesuai fakta di wilayah Kabupaten Bogor dari aspek segi aspek fisik lingkungan, ekonomi, sosial kependudukan, infrastruktur, dan kelembagaan. Paket Tour Belitung
3.             Merencanakan pola ruang dan struktur ruang dari kajian analisis di wilayah Kabupaten Bogor



1.3 Ruang Linkup Perencanaan
1.3.1  Ruang Lingkup Substansi
Produk Dokkumen baru RTRW kabupaten Bogor secara normatif disusun dimulai dari proses pengumpulan data/informasi sampai pada proses penyususunan rencana yang diwujudkan dalam bentuk Buku Rencana. Di dalam hal ini, secara lengkap lingkup subtansi dari pekerjaan ini adalah : Tour Belitung Murah
1.             Penyususnan kompilasi data sebagai bahan kajian yang dikelompokan dalam beberapa kajian analisis sektoral, baik fisik, sosial budaya, ekonomi, infrastruktur, dan kelembagaan.
2.             Analisis komprehensif berdasarkan pola perkembangan wilayah yang di akan di arahkan untuk mengidentifikasi kondisi, potensi dan permasalahan yang dihadapi serta agar dapat mewujudkan arah pembangunan yang sesuai dengan aspek fisik, ekonomi, sosial serta lingkungan.
3.             Perumusan arah dan kecenderungan perkembangan yang di jabarkan dalam kajian aspek internal dan aspek eksternal wilayah.
4.             Perumusan konsep  dan strategi pengembangan Tata Ruang Wilayah.
Pada tahap ini penyususnan RTRW diarahkan hanya sampai pada Tahap penyususunan Fakta & Analisa.

Analisis Industri Pariwisata


ANALISIS
Dari penjabaran gambaran umum diatas maka pada bab analisis akan menganalisis faktor-faktor dalam pemilihan lokasi. Dalam pemilihan lokasi terdapat faktor-faktor yang menjadi pertimbangan begitu pula dengan mendirikan kawasan industri baik itu industri kecil, menengah ataupun besar. Teori weber merupakan salah satu ahli yang membuat asumsi mengenai faktor-faktor pemilihan lokasi industri. Teori weber (1868-1958) Tour Belitung

1.      Teori lokasi industri optimal (Theory of optimal industrial location) dari Losch
Teori ini didasarkan pada permintaan (demand), sehingga dalam teori ini diasumsikan bahwa lokasi optimal dari suatu pabrik atau industri yaitu apabila dapat menguasai wilayah pemasaran yang luas, sehingga dapat dihasilkan pendapatan paling besar. Untuk membangun teori ini, Losch juga berasumsi bahwa pada suatu tempat yang topografinya datar atau homogen, jika disuplai oleh pusat (industri) volume penjualan akan membentuk kerucut. Semakin jauh dari pusat industri semakin berkurang volume penjualan barang karena harganya semakin tinggi, akibat dari naiknya ongkos transportasi. Berdasarkan teori ini, setiap tahun pabrik akan mencari lokasi yang dapat menguasai wilayah pasar seluas-luasnya. Di samping itu, teori ini tidak menghendaki wilayah pasarannya akan terjadi tumpang tindih dengan wilayah pemasaran milik pabrik lain yang menghasilkan barang yang sama, sebab dapat mengurangi pendapatannya. Karena itu, pendirian pabrik-pabrik dilakukan secara merata dan saling bersambungan sehingga berbentuk heksagonal. Belitung Tour
2.      Teori susut dan ongkos transport (theory of weight loss and transport cost)
Teori ini didasarkan pada hubungan antara faktor susut dalam proses pengangkutan dan ongkos transport yang harus dikeluarkan, yaitu dengan cara mengkaji kemungkinan penempatan industri di tempat yang paling menguntungkan secara ekonomi. Suatu lokasi dinyatakan menguntungkan apabila memiliki nilai susut dalam proses pengangkutan yang paling rendah dan biaya transport yang paling murah. Teori ini didasarkan pada asumsi bahwa: Tour Belitung Murah
1) Makin besar angka rasio susut akibat pengolahan maka makin besar kemungkinan untuk penempatan industri di daerah sumber bahan mentah (bahan baku), dengan catatan faktor yang lainnsama. Tour Belitung Murah
2) Makin besar perbedaan ongkos transport antara bahan mentah dan barang jadi maka makin besar kemungkinan untuk menempatkan industri di daerah pemasaran.
3.       Model gravitasi dan interaksi (model of gravitation and interaction) dari Issac Newton dan Ullman
Teori ini didasarkan pada asumsi bahwa tiap massa mempunyai gaya tarik (gravitasi) untuk berinteraksi di tiap titik yang ada di region yang saling melengkapi (regional complementarity), kemudian memiliki kesempatan berintervensi (intervening opportunity), dan kemudahan transfer atau pemindahan dalam ruang (spatial transfer ability). Teori interaksi ialah teori mengenai kekuatan hubungan-hubungan ekonomi (economic connection) antara dua tempat yang dikaitkan dengan jumlah penduduk dan jarak antara tempat-tempat tersebut. Makin besar jumlah penduduk pada kedua tempat maka akan makin besar interaksi ekonominya. Dansebaliknya.rumus Paket Tour Belitung
Keterangan:
I = gaya tarik menarik diantara kedua region.
d = jarak di antara kedua region.
P = jumlah penduduk masing-masing region.
4.      Teori tempat yang sentral (theory of cental place) dari Walter Christaller.Teori ini didasarkan pada konsep range (jangkauan) dan threshold (ambang). Range (jangkauan) adalah jarak tempuh yang diperlukan untuk mendapatkan barang yang dibutuhkan masyarakat, sedangkan threshold (ambang) adalah jumlah minimal anggota masyarakat yang diperlukan untuk menjaga keseimbangan suplai barang. Menurut teori ini, tempat yang sentral secara hierarkidapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu: Paket Tour Belitung

1.      Tempat sentral yang berhierarki 3 (K = 3), merupakan pusat pelayanan berupa pasar yang senantiasa menyediakan barang-barang bagi daerah sekitarnya, atau disebut juga kasus pasar optimal.
2.      Tempat sentral yang berhierarki 4 (K = 4), merupakan situasi lalu lintas yang optimum.Artinya, daerah tersebut dan daerah sekitarnya yang terpengaruh tempat sentral itu senantiasa memberikan kemungkinan jalur lalu lintas yang paling efisien.
3.      Tempat sentral yang berhierarki 7 (K = 7), merupakan situasi administratif yang optimum. Artinya, tempat sentral ini mempengaruhi seluruh bagian wilayah-wilayah tetangganya.
Untuk menerapkan teori ini, diperlukan beberapa syarat di antaranya sebagai berikut:
A. Topografi atau keadaan bentuk permukaan bumi dari suatu wilayah relatif seragam          sehingga tidak ada bagian yang mendapat pengaruh lereng atau pengaruh alam lain dalam hubungannya dengan jalur angkutan.
B. Kehidupan atau tingkat ekonomi penduduk relatif homogen dan tidak memungkinkan adanya produksi primer yang menghasilkan padi-padian, kayu, dan batubara.


5.      Theory of industrial location (teori lokasi industri) dari Alfred Weber
Teori ini dimaksudkan untuk menentukan suatu lokasi industri dengan mempertimbangkan risiko biaya atau ongkos yang paling minimum, dengan asumsi sebagai berikut:
1) Wilayah yang akan dijadikan lokasi industri memiliki: topografi, iklim dan penduduknya relatif homogen.
2) Sumber daya atau bahan mentah yang dibutuhkan cukup memadai.
3) Upah tenaga kerja didasarkan pada ketentuan tertentu, seperti Upah Minimum Regional (UMR).
4)Hanya ada satu jenis alat transportasi. Belitung Tour
5) Biaya angkut ditentukan berdasarkan beban dan jarak angkut.
6) Terdapat persaingan antarkegiatan industri.
7) Manusia yang ada di daerah tersebut masih berpikir rasional.
Persyaratan tersebut jika dipenuhi maka teori lokasi industri dari Alfred Weber dapat digunakan. Weber menggunakan tiga faktor (variabel penentu) dalam analisis teorinya, yaitu titik material, titik konsumsi, dan titik tenaga kerja. Ketiga titik (faktor) ini diukur dengan ekuivalensi ongkos transport. Berdasarkan asumsi tersebut di atas, penggunaan teori Weber tampak seperti pada gambar berikut ini  Belitung Tour:

A                                             B                                  C


Segitiga Weber dalam menentukan lokasi industri(Sumber: Ilmu Pengetahuan Populer, 2000)
Keterangan:
M = pasar
P = lokasi biaya terendah.
R1, R2 = bahan baku Belitung Tour
Gambar
(a) : apabila biaya angkut hanya didasarkan pada jarak.
(b) : apabila biaya angkut bahan baku lebih mahal dari pada hasil industri.
(c) : apabila biaya angkut bahan baku lebih murah dari pada hasil industri.

Kamis, 19 Maret 2020

Dampak Pariwisata


1.       Menurut sosial budaya :
·         Adanya perubahaan sosial budaya akibat kedatangan wisatawan,dengan 3(tiga) asumsi umum, yaitu : (martin,1998: 171) : 
1.       perubahan dibawah sebagai akibat adanya instrusi dari luar,umumnya dari sistem sosial budaya yang superordinate terhadap budaya penerima yang lebih lemah
2.       perubahan tersebut destruktif bagi budaya indigenousa
3.       perubahan tersebut akan membawa pada homogeniussasi budaya,dimana identitas etnik local akan tenggelam dalam bayangan sistem industry dengan teknologi barat birokrasi nasional dan multinasional,consumer-oriented economy.
·         Secara teoritis, Cohen (1984) mengelompokkan dampak sosial budaya pariwisata ke dalam sepuluh kelompok besar, yaitu: Tour Belitung
1) dampak terhadap keterkaitan dan keterlibatan antara masyarakat setempat dengan masyarakat yang lebih luas, termasuk tingkat otonomi atau ketergantungannya;
2) dampak terhadap hubungan interpersonal antara anggota masyarakat;
3) dampak terhadap dasar-dasar organisasi/kelembagaan sosial;
4) dampak terhadap migrasi dari dan ke daerah pariwisata;
5) dampak terhadap ritme kehidupan sosial masyarakat;
6) dampak terhadap pola pembagian kerja; Belitung Tour
7) dampak terhadap stratifikasi dan mobilitas sosial;
8) dampak terhadap distribusi pengaruh dan kekuasaan;
9) dampak terhadap meningkatnya penyimpangan-penyimpangan sosial; dan
10) dampak terhadap bidang kesenian dan adat istiadat.
·         Sifat dan bentuk dari dampak sosial-budaya dipengaruhi oleh berbagai faktor. Pitana (1999) menyebutkan bahwa faktor-faktor yang ikut menentukan dampak sosial budaya tersebut adalah sebagai berikut: Paket Tour Belitung
1) Jumlah wisatawan, baik absolute maupun relatif terhadap jumlah penduduk lokal;
2) Objek dominan yang menjadi sajian wisata (the tourist gaze) dan kebutuhan wisatawan terkait dengan sajian tersebut;
3) Sifat-sifat atraksi wisata yang disajikan, apakah alam, situs arkeologi, budaya kemasyarakatan, dan seterusnya;
4) Struktur dan fungsi dari organisasi kepariwisataan di DTW;
5) Perbedaan tingkat ekonomi dan perbedaan kebudayaan antara wisatawan dengan masyarakat lokal;
6) Perbedaan kebudayaan atau wisatawan dengan masyarakat lokal;
7) Tingkat otonomi (baik politik, geografis, dan sumberdaya) dari DTW;
8) Laju/kecepatan pertumbuhan pariwisata;
9) Tingkat perkembangan pariwisata (apakah awal, atau sudah jenuh);
10) Tingkat pembangunan ekonomi DTW;
11) Struktur sosial masyarakat lokal;
12) Tipe resort yang dikembangkan (open ataukah enclave resorts)
13) Peranan pariwisata dalam ekonomi DTW. Tour Belitung Murah
·         Lebih jauh Douglass mengetengahkan bahwa ada hubungan paralel antara tinggi dan makna dampak sosial-budaya pariwisata dengan variabel-variabel di bawah:
1) Besarnya perbedaan sosial, ekonomi, dan budaya antara wisatawan dengan masyarakat lokal.
2) Perbandingan antara jumlah wisatawan dengan masyarakat lokal.
3) Distribusi dan kenampakan dari pembangunan pariwisata.
4) Laju dan intensitas perkembangan pariwisata.
5) Tingkat kepemilikan investasi asing dan tenaga kerja asing di DTW.
Kesenian, Adat Istiadat, dan Agama
·         Disisi lain dengan pembangunan pariwisata meningkatkan usaha sector informal, juga menimbulkan menjamurnya pedagang asongan. Khusus untuk pedangan asongan ini di beberapa kelemahan antara lain:
o   Dilakukan oleh anak-anak dibawah umur, mereka cenderung mengutamakan uang dari pada sekolah.
o   Maraknya pedagang asongan membuat kenyamanan wisatawan terganggu, karena ada unsur pemaksaan dari mereka.
o   Beralihnya tenaga kerja sector produksi pertania ke perdagangan.